7 Jenis, Penjelasan Verb lengkap dan Contoh

Verb adalah kata kerja. Verb merupakan bagian yang paling penting dan menjadi syarat sah nya menjadi sebuah kalimat. Cek detailnya disini.

Verb adalah kata-kata tindakan dalam kalimat yang menggambarkan apa yang dilakukan subjek serta merupakan anggota dari part of speech. Bersamaan dengan kata benda, kata kerja adalah bagian utama dari sebuah kalimat atau frasa, menceritakan sebuah kisah tentang apa yang sedang terjadi.

Bahkan, tanpa kata kerja, pikiran penuh tidak dapat disampaikan dengan benar, dan bahkan kalimat paling sederhana, seperti Maria bernyanyi, memiliki satu.

Sebenarnya, kata kerja bisa berupa kalimat dengan sendirinya, dengan subjek dengan makna tersirat, seperti, Sing! dan Drive!

Kata kerja merupakan kata yang digunakan untuk menyatakan aktifitas atau keadaan.

  • Aktifitas : eat, sleep
  • Keadaan : love, like, hate

Ketika mempelajari Grammar, khususnya pada anak-anak sekolah sering diajarkan bahwa Verb adalah ‘doing’ word. Yang berarti bahwa kata kerja menandakan bagian dari kalimat yang menjelaskan tindakan yang terjadi:

Shwalked away, John eats banana every morning, The students is studying english.

Walked, eats dan studying merupakan adalah yang melakukan kegiatan dari kalimat – kalimat diatas.

Disisi lain, bisa membingungkan karena tidak semua kata kerja dengan mudah diidentifikasi sebagai tindakan / kegiatan:

I know your sister, Jenny thinks about it, John considered several ideas.

Pada kalimat – kalimat diatas merupakan kata kerja non-tindakan, yaitu yang menggambarkan keadaan, emosi, kepemilikan, indra, atau pendapat. Kata kerja non-tindakan lainnya termasuk termasuk love (cinta), agree (setuju), feel (merasa), dan have (memiliki).

Cara Mengenali VerbMacam macam verb dalam bahasa inggris

Seperti yang Anda lihat dari contoh di atas, satu petunjuk untuk membantu Anda mengenali kata kerja adalah lokasinya berada setelah subjek. Verb hampir selalu datang setelah Noun atau Pronoun. Noun dan Pronoun ini disebut sebagai subjek.

Kata kerja eats datang setelah Noun John. jadi tindakan yang diambil John (subjek) adalah Eats (kata kerja).

e.g.

I eat pizza
(Saya makan pizza

e.g.

All students study English
(Semua murid belajar bahasa inggris)

Kata Kerja Aktifitas / TindakanAction Verb

Kata kerja aktifitas adalah Action Verb. Mereka menggambarkan tindakan atas aktifitas tertentu. Jika kata tersebut dapat membuat gerakan dengan tubuh Anda atau menggunakan alat untuk menyelesaikan suatu tindakan, kata yang Anda gunakan untuk menggambarkannya kemungkinan besar adalah kata kerja aktifitas / tindakan.

Misalnya,

John slept in his room
(John tidur di kamarnya)

Bahkan ketika tindakan itu tidak terlalu aktif, jika tindakan itu dilakukan oleh tubuh atau alat, maka itu dianggap sebagai kata kerja tindakan.

e.g.

I walk to book store
(Saya jalan ke toko buku)

e.g.

Jenny drive her brand new car)
(Jenny mengemudikan mobil barunya)

Kata Kerja Keadaan

Kata kerja keadaan memiliki makna yang terkait dengan konsep seperti Discovering (menemukan), Understanding (memahami), Thingking (berpikir), atau Planning (merencanakan). Secara umum, kata kerja keadaan mengacu pada cognitive state.

e.g.

I know your sister
(Aku tau kakak perempuan mu)

e.g.

Do you still recognize her?
(Apakah kamu masih mengenali dia?)

Linking Verb

Kata kerja ini menggambarkan kondisi atau situasi yang ada. Kata kerja ini menjadi tidak aktif karena tidak ada tindakan yang dilakukan. Kata kerja ini, bentuk to be, seperti am, is, are, biasanya dilengkapi dengan Adjective (kata sifat) atau Noun (Kata Benda).

e.g.

I am a student
(Saya seorang murid)

e.g.

You are beautiful
(Kamu cantik)

Jenis – jenis Verb

Berikut ini adalah merupakan macam macam verb dalam bahasa inggris:

  1. Action Verb
  2. Non-action Verbs – Stative Verb
  3. Auxiliary Verb
  4. Modal Verb
  5. Phrasal Verb
  6. Irregular Verb
  7. Confusing Verb

Ada banyak jenis kata kerja. Selain kategori utama dari kata kerja Tindakan dan keadaan menjadi kata kerja, ada beberapa jenis kata kerja lainnya. Ada beberapa jenis kata kerja yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya.

Action Verb – Ordinary Verb

Action Verb atau Kata kerja tindakan mengungkapkan tindakan spesifik dan digunakan kapan saja Anda ingin menunjukkan tindakan atau mendiskusikan seseorang yang melakukan sesuatu. Penting untuk diingat bahwa tindakan tidak harus aktifitas fisik.

e.g.

  • Walk
  • Run
  • Cook
  • Drink
  • Eat

Contoh kalimat

I walk to school everyday
(Saya berjalan kesekolah setiap hari)

I cook a special menu for my big family
(Saya memasak menu spesial untuk keluarga besarku)

Mengenali TRANSITIVE VERB dan INTRANSITIVE VERB Saat Anda Melihatnya

Kata kerja pada fungsi ini dibagi dua yaitu kata kerja Transitive dan Kata kerja Intransitive.

TRANSITIVE VERB

Transitive Verb adalah suatu kata kerja yang memiliki objek. Ketika menggunakan kata kerja, itu hanya masuk akal jika kata kerjanya mentransfer tindakan pada suatu objek.

Itu berarti kata kerjanya tidak terdengar bagus atau memiliki makna yang sempurna tanpa suatu objek. Jadi diperlukannya suatu objek untuk melengkapi ketidak jelasan dari saut kata kerja.

Pertimbangkan kata kerja to bring: Kata kerja tidak akan lengkap maknanya jika tindakan kata kerja tidak bertindak pada sesuatu. Jadi kalimat yang pas adalah,,,

You must bring something or someone

Jika hanya dengan mengatakan I bring tidak akan memiliki arti yang pas. Jadi, You must bring something,

Sesuatu itu bisa berupa objek atau orang atau perasaan.

Something atau Seseorang – Jenny, a book, your sister, a good mood – adalah merupakan dari direct object, yaitu hal yang ditindaklanjuti oleh kata kerja tersebut.

  • bring (Arti nya kurang jelas jika tidak dilengkapi objek).
  • bring a food for my friend (Memiliki arti yang jelas karena direct object, a food).
  • I bring my mother to the city

Sayangnya, terkadang sulit untuk mengetahui apakah kata kerja itu transitif atau bukan, karena beberapa kata kerja tidak hanya Transitive dan Intransitive Verb. Pertimbangkan kata kerja to eat, dan lihat contoh-contoh ini:

  • He eats pizza
  • He eats faster

Pada contoh pertama, kata kerja eat adalah kata Transitive Verb karena aksinya memiliki Direct ObjectPizza.

Namun, contoh kedua menunjukkan makan sebagai Intransitive Verb. Tidak ada tindakan terhadap Direct Object; Faster adalah Adverb yang menggambarkan tindakan makan.

Contoh lain dari Transitive dan Intransitive Verb termasuk Eat dan Run dll.

Eats yang merupakan bagian dari transitive verbpizza = direct object.

I eat Pizza

Eats  yang merupakan dari intransitive verb.

I always eat before sleeping

Jadi, untuk mengenali kata Transitive Verb, Anda harus memahami dan dapat mengidentifikasi bahwa itu bertindak pada direct Obejct.

Contoh dari Transitive Verbs

Transitive Verb adalah kata kerja tindakan yang selalu mengungkapkan kegiatan yang bisa dilakukan yang berhubungan atau mempengaruhi seseorang atau sesuatu yang lain.

Lihatlah contoh-contoh dibawah ini dan lihat bagaimana kata kerjanya memberi tindakan pada suatu objek.

  • love
  • I want you to carry the ball for me.
  • Can they buy the jewelry?
  • John kicked the box.
  • We don’t take anything from this room.
  • They will send this package for my friend.

Coba perhatikan bagaimana kata kerja tersebut perlu memberi tindakan pada objek. Inilah yang membuatnya menjadi kata kerja transitif:

  • Love – Anda harus mencintai sesuatu atau seseorang agar kata kerjanya masuk akal.
  • Carry – Anda harus membawa sesuatu atau seseorang agar kata kerjanya masuk akal.
  • Buy – Anda perlu membeli sesuatu agar kata kerjanya masuk akal.
  • Kick – Anda perlu menendang sesuatu atau seseorang agar kata kerjanya masuk akal.
  • Take – Anda perlu mengambil sesuatu atau seseorang untuk kata kerja masuk akal.
  • Send – Anda harus mengirim sesuatu atau seseorang untuk kata kerja masuk akal.

Bentuk kata kerja ini memiliki ciri dengan adanya objek setelah kata kerja tersebut.

e.g.

I study English
(Saya belajar bahasa inggris)
==> Pada kalimat diatas, Terdapat objek tepat setelah kata kerja.

e.g.

I love you
(Saya mencintai kamu)
==> Juga pada kalimat ini, kata “kamu” adalah objek dari kata kerja “love”

e.g.

Jenny make john a cake
(Jenny membuatkan John kue)
==> Pada contoh kalimat diatas, terdapat dua objek untuk kata kerja tersebut, yaitu direct object dan Indirect object.

Ada banyak contoh kata kerja transitif. Mereka dapat berupa kata kerja apa pun yang memenuhi kriteria kebutuhan untuk memberikan tindakan pada suatu objek.

INTRANSITIVE VERB

Seperti yang Anda tebak, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak perlu mentransfer tindakan pada objek untuk masuk akal.

Atau lebih simpelnya,

Kata kerja yang tidak memiliki objek

Coba lihat pada kata kerja to run. Anda dapat berlari tanpa mentransfer aksi berlari pada objek langsung (Direct Object.

Contoh dari Intransitive Verbs

Seperti halnya Transitive Verb, ada banyak contoh Instransitive Verb. Mereka dapat berupa kata kerja apa pun yang memenuhi kriteria tidak memerlukan objek langsung untuk memberikan tindakan.

  • I Run.
  • We Came.
  • He Talks.
  • It happened.
  • He smiled

Tak satu pun dari tindakan yang dijelaskan di atas memerlukan Direct Object untuk tindakan Verb agar memiliki makna yang nyambung.

Namun, Anda harus sadar bahwa Intranstivei Verb sering diikuti oleh Preposition atau Adverb.

  • I Run.
  • We Came.
  • He Talks to you.
  • It happened suddenly.
  • He smiled at me.

Seperti disebutkan di atas, banyak kata kerja bisaTransitive dan Intransitive Verb.

Jadi, untuk mengenali jenis kata kerjanya, Anda harus melihat bagian lain dari kalimat itu.

Coba perhatikan pada kata kerja to sing, dan lihat contoh-contoh ini:

  • The singer sang the new song. (Penyanyi bernyanyi lagu baru)
  • The singer sang. (penyanyi bernyanyi)
  • The singer sang beautifully. (penyanyi bernyanyi dengan sangat merdu)
  • The singer sang on the stage. (penyanyi bernyanyi diatas panggung)

Dalam contoh pertama, sang (bentuk lampau dari bernyanyi) adalah kata kerja transitif. The singer menganugerahkan aksi bernyanyi pada objek langsung – The new song.

Tapi sang adalah Intransitive Verb pada dua contoh lainnya. Kita tahu ini karena contoh kedua tidak memerlukan direct object untuk tindakan, contoh ketiga diikuti oleh kata keterangan dan contoh terakhir diikuti oleh preposisi.

Oleh karena itu, kita dapat mengenali Intransitive Verb jika memiliki makna yang jelas (tanpa objek langsung) dan biasanya diikuti oleh kata keterangan atau preposisi.

Intransitive Verb adalah kata kerja tindakan yang selalu mengungkapkan aktivitas yang bisa dilakukan. Kata kerja ini berbeda dari kata kerja transitive karena tidak ada objek langsung mengikuti kata kerja intransitif.

Jadi simple nya kata kerja Transitive adalah kata kerja yang memiliki objek, Sedangkan kata kerja Intransitive adalah kata kerja yang tidak memiliki objek.

e.g.

I walked to school
(Saya berjalan kesekolah)

e.g.

I run faster
(Saya berlari lebih cepat)

e.g.

The students come sooner
(Murid – murid datang lebih cepat)

Namun ada juga beberapa kata kerja yang bisa pada kedua bentuk baik bentuk transitive ataupun bentuk Intransitive.

Seperti,

  • Start
  • Leave
  • Change
  • Live
  • Stop

Demikianlah penjelasan mengenai Transitive Verb dan Intransitive Verb yang bisa teman – teman pelajari secara langsung.

Non-action Verbs – Stative Verb

STATIVE VERB adalah kata kerja yang mengekspresikan suatu keadaan daripada tindakan. Stative Verb dapat dikenali karena mereka mengekspresikan suatu keadaan daripada suatu tindakan. Mereka biasanya berhubungan dengan thoughts (pikiran), emotions (emosi), relationships (hubungan), senses (indera), states of being (keadaan), dan measurements (pengukuran). Berbeda dengan Action Verb yang mana subjek secara aktif melakukan satu kegiatan.

NON-ACTION VERBS – Ketika kita belajar tentang sentence dalam bahasa inggris, ia memiliki pola S + V. Jika kita menela’ah verb lebih dalam lagi, maka kita akan menemukan verb dengan karakter yang tidak sama. Ada kata kerja yang memiliki aksi (action verbs), dan ada juga yang tidak memiliki aksi (non-action verbs).

Perlu diketahui bahwa kata kerja yang tidak bisa dibentuk pada the progressive tenses, mereka disebut sebagai non-action verbs. Non-action verbs menunjukkan state/existence (keadaan), sense (perasaan), desire(keinginan), possession (kepemilikan), atau opinion (pendapat).

Apa perbedaan dari Action verbs?

Action Verb berfungsi untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan. Action Verbs dapat digunakan dalam bentuk simple, perfect and progressive (continuous) tenses. Oleh sebab itu, Kebanyakan kata kerja yang kami gunakan adalah Action verbs, Seperti:

  • Read
  • Run
  • Listen
  • Make
  • Do
  • Drive
  • Cook

Action Verb adalah kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dilakukan subjek bahwa sesuatu terjadi. Sedangkan Stative Verb adalah kata kerja yang membicarakan kondisi tetap atau cenderung tetap.

  • John feels a bit unwell today. He has a fever.
  • Does she recognize him? He is her ex.
  • The audiences appreciated all the work for this agenda.

Walaupun kata kerja stative mengandung ekspresi atau kegiatan yang sedang berlangsung, tidak boleh memakai pola continuous atau progressive.

Contoh Lain

Incorrect: Jenny is smelling her friend’s body odor.

Correct:  Jenny smells her friend’s body odor.

Contoh Stative Verb :

see

  1. John sees Jenny, but she can’t see him. He is too far away. ==> John melihat Jenny dengan matanya sendiri.
  2. Max is seeing her teacher. They’ve been falling in love for a month. ==> Maksudnya Max berpacaran dengan gurunya

hear

  1. hear a beautiful girl singing my song. Someone likes my song. ==> Bukti kalau lagunya bagus
  2. She is hearing a weird voice. ==> Sedang mengimajinasikan suara aneh

have

  1. Jenny has a Ferrari. ==> Jenny memilikinya
  2. Jenny is having dinner with her students. ==>Jenny makan malam bersama

Contoh Non-action Verbs Selalu Non-Continuous

Verb ini biasanya tidak digunakan dalam bentuk progresif (Continuous) meskipun kata kerja ini mungkin mengekspresikan sedang dilakukan saat ini, kita tetap tidak bisa menggunakan tenses dengan bentuk continuous pada non-action verbs. Untuk lebih jelasnya lihat contoh kalimat ini:

Incorrect ==> Jack is seeming like a bad man

Correct ==> Jack seems like a bad man

Penjelasan : Seem adalah kata kerja non-action pada kategori existence, dan bukan action verb. Kata seem tidak memiliki aksi/kejadian. Jika hendak membuat kalimat seperti di atas, gunakanlah simple non-continuous seperti simple present. Seperti kontek diatas maka yang benar adalah ‘Jack seems like a bad man’.

Incorrect ==> Jenny’s homemade fried rice is tasting very good

Correct ==> Jenny’s homemade fried rice tastes very good

Penjelasan : Taste merupakan kata kerja non-action pada kategori senses dan bukan bagian dari action verb. Kata taste tidak memiliki aksi/kejadian walaupun ia merupakan kata kerja. Jika mau menggunakan kalimat seperti konteks diatas, maka tidak boleh menggunakan bentuk continuous. Simple present atau tenses lain yang selain continuous boleh di gunakan pada kata taste.

Incorrect ==> John is liking her fried rice

Correct ==> John likes her fried rice

Penjelasan : Like adalah non-action verbs pada kategori desire, sehingga tidak cocok jika disandingkan dengan bentuk continuous. Hal ini karena Like tidak memiilki aksi/kejadian walaupun ia merupakan kata kerja. Seperti penjelasan di contoh sebelumnya, gunakanlah bentuk tenses lain yang non-continuous untuk kata kerja non-action.

Pengecualian – Non-action verbs dengan bentuk continuous

Sebelumnya telah dibahas bersama bahwa non-action verbs tidak bisa disanding kan dengan tenses bentuk continuous. hal tersebut karena kata tersebut tidak memiliki aksi. Namun, beberapa kata kerja dapat digunakan sebagai action verbs atau non-action verbs, tergantung pada maknanya.

Kita bisa lihat pada contoh kalimat di bawah ini:

Kata kerja to think dapat juga berarti ‘to believe’ atau bisa juga ‘to have an opinion’. Ini adalah kata kerja non-action.

Incorrect ==> Jenny is thinking he is handsome

Correct ==> Jenny thinks he is handsome

Incorrect ==> What is Jenny thinking about John?

Correct ==> What does Jenny think about John?

Pengecualian. to think bisa juga berarti ‘to consider’ dan ini merupakan aksi/tindakan yang dilakukan.
Dalam pengertian ini, ‘to think’ adalah action verbs.

Correct ==> Jenny is thinking about staying late at the office tonight.

Pada konteks diatas, Kalimat tersebut benar karena kata to think memiliki makna ‘to consider’ yang menjadikannya action verbs, yang juga berartikan “Jenny is considering staying late at the office tonight”.

Pengecualian. To have dapat digunakan untuk berbicara tentang kepemilikan dan dalam bentuk ini adalah non-action verbs. Sehingga kata ‘to have’ bisa diganti dengan ‘to possses’.

Correct ==> Jenny has a car

Correct ==> Jenny possesses a car

Incorrect ==> Jenny is having a car

Correct ==> Jenny and her family have a nice home

Correct ==> Jenny and her family possesses a nice home

Incorrect ==> Jenny and her family are having a nice home.

Jadi, Kuncinya ada di kontek kalimat tersebut, jika secara konteks kata tersebut merujuk kepada arti lain maka secara struktur dapat berubah juga. Seperti yang terjadi diatas, dimana ‘to think’ yang merupakan non-action verbs jika berartikan ‘to believe’ atau ‘to have an opinion’, namun bisa menjadi action verb jika ‘to think’ berartikan ‘to consider’.

Certain Non-action Verbs

Untuk lebih memperjelas memudahkan dalam memahami jenis kata kerja ini, mari kita bahas kata kerja tersebut dengan dibagi sesuai dengan kategori kata tersebut seperti yang telah disebutkan diatas.

berikut ini adalah beberapa kata kerjanya yang populer yang telah diurutkan sesuai kategorinya:

Existence be, seem, appear
Senses smell, look, sound, feel, taste
Desire prefer, like, want, love
Possession own, have, possess
Opinion believe, think, consider

Berikut ini adalah beberapa kosa kata yang merupakan bagian dari stative verb :

Stative Verb Arti
Adore Cinta
Appear Muncul
Agree Setuju
Be (exist) Ada
Consist of Terdiri dari
Cost Biaya
Appreciate Menghargai
Belong to Milik
Believe Percaya
Deny Menyangkal
Deserve Layak
Contain Berisi
Depend on Bergantung pada
Concern Perhatian
Detest Benci
Disagree Tidak setuju
Feel Merasa
Doubt Keraguan
Dislike Benci
Equal Sama
Have (possession) Memiliki
Hate Benci
Imagine Membayangkan
Hear Mendengar
Involve Melibatkan
Include Termasuk
Know of Tahu
Like Suka
Lack Kekurangan
Loathe Benci
Matter Masalah
Look (seem) lihat (tampak)
Love Cinta
Measure Mengukur
The Mean Artinya
Need Perlu
Mind Pikiran
Own Memiliki
Owe Berhutang
Promise Janji
Possess Memiliki
Recognize Mengakui
Realize Menyadari
Resemble Menyerupai
Satisfy Memuaskan
Remember Ingat
See Melihat
Smell Bau
Seem Terlihat
Suppose Seharusnya
Sound Suara
Think (opinion) berpikir (berpendapat)
Taste Rasa
Understand Memahami
Surprise Mengherankan
Wish Berharap
Want Ingin
Weigh Menimbang

Stative Passive berdasarkan Bagiannya

Perception / Cognition Relation
adore, believe, detest, desire, dislike, forgive, feel, guess, hear, hate, imagine, intend, impress, know, love, like, mean, mind, prefer, perceive, realize, recall, regard, recognize, remember, satisfy, smell, see, suppose, think, taste, understand, wish, want be, belong to, consist of, concern, contain, cost, deserve, depend on, equal, fit, have, involve, include, matter, need, own, owe, possess, require, resemble, sound, seem

Soal Latihan

Soal Stative Verb 1

Soal Stative Verb 2

Auxiliary Verb

Auxiliary Verb juga dikenal sebagai kata kerja bantu dan digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan bentuk kata kerja atau untuk membentuk pertanyaan atau negatif.

Contoh umum dari kata kerja bantu meliputi have, may, will. Kata kerja bantu ini memberikan konteks pada kata kerja utama, misalnya, membiarkan pembaca tahu kapan tindakan itu terjadi.

Contoh kata kerja bantu,

  1. Would
  2. Should
  3. Can
  4. Could
  5. Do
  6. Did
  7. May
  8. dll.

e.g.

I will come to your party tonight
(Saya akan datang ke pestamu malam ini)
==> Kata kerja bantu “will” memberi tahu kita bahwa tindakan kata kerja utama “come” akan terjadi di masa depan.

e.g.

I come to your party
(saya datang ke pestamu)
==> Dalam hal ini, tidak ada keterangan waktu yang pasti untuk tindakan tersebut. Kalimat itu menunjukkan bahwa saya datang ke pestamu adalah sesuatu yang biasanya saya lakukan.

Auxiliary Verb (atau Helping verb) digunakan bersama dengan kata kerja utama untuk menunjukkan bentuk kata kerja. Atau untuk membentuk negatif atau pertanyaan. Auxiliary verb yang paling umum adalah have, be, and do.

  1. Does Jenny eat all his own cake?
  2. The committe hasn’t eaten all the letters cake.
  3. John is eating all cakes.

Auxiliary Verb, juga dikenal sebagai kata kerja bantu, menambah arti fungsional atau tata bahasa pada clause tempat mereka muncul. Mereka menjalankan fungsinya dengan beberapa cara berbeda:

  • Dengan mengekspresikan tenses (memberikan referensi waktu, e.g. Lampau, sekarang, atau mendatang)
  • Aspek gramatikal (menyatakan bagaimana kata kerja berhubungan dengan aliran waktu)
  • Modality ( quantifies verbs )
  • Suara (menggambarkan hubungan antara tindakan yang diungkapkan oleh kata kerja dan peserta yang diidentifikasi oleh subjek, objek, dll.)
  • Menambahkan penekanan pada kalimat

Auxiliary Verb hampir selalu muncul bersama dengan Ordinary Verb, dan meskipun hanya ada sedikit, mereka adalah verb yang paling sering muncul dalam bahasa Inggris.

Cara Mengidentifikasi Auxiliary Verb

Anda mungkin tahu bahwa setiap kalimat memiliki setidaknya satu kata kerja di dalamnya. Ada dua jenis kata kerja utama.

Action verb digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang bisa dilakukan, dan linking verb digunakan untuk menggambarkan kondisi.

Kedua kata kerja aksi dan kata kerja yang menghubungkan dapat menemani auxiliary verb termasuk tiga yang utama: be, do, dan have.

Terkadang tindakan atau ketentuan hanya terjadi satu kali dan kemudian berakhir. Terkadang seperti ini bahwa beberapa kata kerja yang sama yang digunakan sebagai kata kerja bantu digunakan sebagai action atau linking verb.

Dalam contoh ini, kita melihat kata “is”. Ini adalah salah satu Auxiliary Verb yang paling umum, tetapi karena berdiri sendiri di sini, itu tidak berfungsi sebagai kata kerja bantu.

John Teaches english lesson in my class, He is my best teacher.

“Is” adalah kata kerja yang menghubungkan dalam kalimat ini. Karena berdiri sendiri, itu bukan kata kerja bantu.

Di lain waktu, suatu tindakan atau kondisi sedang berlangsung, terjadi secara terprediksi, atau terjadi dalam hubungan dengan peristiwa atau rangkaian peristiwa lain.

Dalam kasus-kasus ini, kata kerja seperti-kata seperti ini tidak secara akurat mampu menggambarkan apa yang terjadi, sehingga phrase yang memasukkan Auxiliary Verb digunakan sebagai gantinya. Ini dapat terdiri dari dua hingga empat kata.

Ordinary Verb, juga dikenal sebagai kata kerja dasar, menunjukkan jenis tindakan atau kondisi yang terjadi. Sebuah kata kerja bantu menyertai kata kerja utama dan menyampaikan nuansa lain yang membantu pembaca mendapatkan wawasan khusus tentang peristiwa yang sedang terjadi.

Contoh Kalimat

Baca kalimat dan penjelasan berikut untuk lebih memahami yang lebih detail tentang cara kerja Auxiliary Verb.

  • Jenny get herself sleeping in the room as her husband looked for her since morning.
  • Her husband is looking for her since morning
  • Since her husband is also sleepy prone, he should have been finding Jenny by now, which would not have looked for her much longer.

Pada kalimat satu, terdapat kata kerja get dan looked for. Yang merupakan kata kerja dengan satu kata, menggambarkan tindakan cepat. yaitu Jenny dan Kebiasaan tidurnya hingga siang pada tempat yang tersembunyi sehingga suaminya susah mencarinya. Kalimat ini tidak mengandung kata kerja bantu.

Karena Jenny sering tidur pagi hingga siang pada tempat yang tersembunyi, is looking for mengomunikasikan frekuensi tindakannya dalam kalimat dua.

Dalam kalimat tiga, kata kerja bantu yang membentuk keharusan dalam menemukan Jenny.

Tiga anggota Auxiliary Verb yang umum

Hanya ada tiga kata kerja bantu umum:

  • Have (Memiliki)
  • Do (Melakukan)
  • Be (Menjadi)

Di bagian ini, kita akan melihat lebih dekat bagaimana cara kerja kata kerja umum ini, ditambah Anda akan melihat beberapa contoh.

Have

“Have” adalah kata kerja yang sangat penting yang dapat berdiri sendiri dalam semua bentuknya, termasuk have, has, had, having, and had not or hadn’t .

Biasanya bentuk ini digunakan untuk menunjukkan kepemilikan, dan juga dapat digunakan untuk membahas kemampuan atau menggambarkan penampilan.

“Have” juga merupakan pengganti yang sangat populer untuk kata kerja “eat” and “drink”. Misalnya: “Let’s have something to eat.”

Ketika digunakan sebagai kata kerja bantu, have selalu bekerja sama dengan kata kerja lain untuk membuat frase kata kerja lengkap, sehingga mudah untuk membedakan antara penggunaan. Anda dapat melihat perbedaan dalam kalimat di bawah ini:

  • Jenny has a brand new car on that yard. → Has = Kata kerja action
  • Jenny has bought a brand new car to replace the car which was breaking down earlier. → Has = merupakan bagian dari auxiliary verb; bought adalah a past participle yang tergabung dalam bentuk phrase.
  • Jenny should have been Realized that,,,! → Have = merupakan bagian dari auxiliary verb; phrase “should have been” mengekspersikan waktu dan mengevaluasi tindakan Jenny.

Do

“Do” dapat digunakan sebagai kata kerja tindakan yang berdiri sendiri dalam semua bentuknya, termasuk :

done, did, do, does, to do
doesn’t, didn’t,
did not.

Ketika digunakan sebagai kata kerja bantu, do selalu dipasangkan dengan kata kerja lain untuk membuat phrase kata kerja lengkap. Dalam beberapa kasus, ini digunakan untuk menambah penekanan:

“I do love you” (Saya benar – benar mencintaimu)

Do sering digunakan untuk membentuk pertanyaan dan meniadakan Clause. Ini juga digunakan dalam elliptical sentences, di mana kata kerja utama dipahami dan omitting sebagai hasilnya. Misalnya:

He loves me very much, doesn’t he? (Dia mencintaiku kan?)

Atau

We all have dinner, but he doesn’t. (Kita semua lagi makan malam, tapi dia tidak)

  • He does give you the upportunity. → does = Kata kerja action
  • I don’t care about it. → don’t = Auxiliary Verb
  • Jenny doesn’t always go to market every morning. → doesn’t = Auxiliary Verb

Be

“Be” atau “to be” adalah kata kerja penting yang memiliki banyak kegunaan dalam bahasa Inggris. Ini dapat digunakan sebagai kata kerja tindakan yang berdiri sendiri dalam semua bentuknya termasuk menjadi, menjadi, pernah, sedang, sedang, sedang, tidak, tidak, tidak tidak, tidak, tidak dan tidak.

Ketika digunakan sebagai kata kerja bantu, selalu dipasangkan dengan kata kerja lain untuk membuat frase kata kerja lengkap. Itu bisa singular atau plural, present atau past. Kalimat negatif dibentuk dengan menambahkan kata “tidak”.

  • Jenny is an english teacher. → Is = Kata kerja action
  • Jenny is always hearing my advice. → is = merupakan auxiliary verb
  • John is going to speak spanish → to be = merupakan auxiliary verb

Modal Auxiliary Verb

Selain tiga kata kerja bantu utama, have, do, dan be, ada kata kerja bantu tambahan. Ini disebut modal.

fungsinya untuk membantu kata kerja, dan mereka tidak pernah berubah bentuk. Daftar lengkap kata kerja bantu modal berikut:

  • Can (Bisa)
  • Could (Bisa)
  • Will (Akan)
  • Would (Akan)
  • May (Akan)
  • Might (Akan)
  • Must (Harus)
  • Ought to (Seharusnya begitu)
  • Shall (Akan)
  • Should (Harus, Akan, Seharusnya)
  • dll.

Contoh kalimat

  • I can do it. (Saya bisa melakukannya)
  • I will go to England. (Saya akan pergi ke England)
  • I may come there. (Saya mungkin datang kesana)
  • You must study hard. (Kamu harus belajar dengan giat)
  • We should do it. (Kami harus melakukannya)

Demikianlah penjelasan mengenai topik auxiliary Verb.

Semoga Bermanfaat.

Soal Latihan

Soal Auxiliary Verb

Modal Verb

Modal Verb
Modal Verb

Modal verb adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, kemungkinan, izin, dan kewajiban.

Contoh kata kerja modal:

  1. Can
  2. May
  3. Should
  4. Would
  5. Must
  6. Dll.

Silahkan kunjungi artikel kami yang lain yang membahas tentang modal verb untuk pembahasan secara lengkap dan detail.

e.g.

I can learn everything faster
(Saya bisa belajar segalanya dengan cepat)

e.g.

Jenny may be late
(Jenny mungkin terlambat)

Phrasal Verb

Phrasal Verb
Phrasal Verb

Phrasal Verb adalah kombinasi kata-kata ( a verb + a preposition atau verb + adverb ) yang bila digunakan bersama-sama, biasanya memiliki arti yang berbeda dengan kata kerja aslinya. Phrasa Verb bukan kata tunggal; alih-alih, mereka adalah kombinasi dari kata-kata yang digunakan bersama untuk mengambil arti yang berbeda dari kata kerja aslinya.

Look : Melihat
Look For : Mencari

Ada banyak contoh kata kerja phrasal, beberapa di antaranya memiliki makna sehari-hari,

seperti make up, hand in, take up, point out.

Setiap kali kata kerja itu mengambil kata-kata tambahan, kata tersebut memiliki makna baru.

Misalnya, make tanpa upmenyatakan bahwa sesuatu sedang dibuat, sedangkan make up, adalah ada beberapa kebohongan atau elemen fantastik dalam cerita dan make out dapat berarti memahami atau melihat sesuatu yang sulit, atau untuk mencium dengan penuh semangat.

Contoh Phrasal Verb:

  1. Look for
  2. Make up
  3. Come on
  4. Look after
  5. Hand out
  6. Dll.

e.g.

Jenny is looking for her bag
(Jenny sedang mencari tas nya)

e.g.

I am running out the time
(Saya kehabisan waktu)

Contoh Phrasal Verb

Look : Melihat
For : Untuk
Look for : Mencari

Look : Melihat
After : Setelah
Look after : Menjaga / merawat

Dari contoh phrasal verb diatas dapat kita dilihat bahwa sebuah kata kerja bisa memiliki arti yang berbeda dengan arti asli jika di sandingkan dengan Preposition atau Adverb.

Ketika kita menggunakan kata kerja phrasal, kita menggunakannya seperti Verb normal dalam sebuah kalimat, terlepas dari apakah itu regular atau irregular verb.

Phrasal Verb yang Sering Dipakai

Ada banyak phrasal verb dalam bahasa inggris, namun ada beberapa kata yang sering dipakai baik secara lisan maupun tulisan. Dibawah ini ada beberapa kata yang sering di pakai.

Come in : masuk
Come in! I want to show you something.
(Masuk! Aku mau menunjukkan sesuatu).

Cheer up : Menghibur
Jenny is feeling blue today. I have to cheer her up.
(Jenny sedang merasa sedih hari ini. Aku harus menghiburnya).

Drop by : Mampir
John always drops by to meet jenny at her office
(John selalu mampir untuk bertemu dengan Jenny di kantornya).

Fall down : Jatuh
The bag falls down from second floor.
(Tas itu jatuh dari lantai 2)

Get up : Bangun
I have to get up early morning everyday
(Saya harus bangun pagi pagi setiap hari)

Give in : Mengalah
I am tired of having to give in
(Saya capek harus selalu mengalah)

Give away : Hadiah (Memberikan secara cuma – cuma)
Jenny gives away her 50% salary to the orphanage
(Jenny membagikan 50% gajinya ke panti asuhan)

Give up : menyerah
Never stop trying and never give up
(Jangan pernah berhenti mencoba dan jangan menyerah)

Hand in : Mengumpulkan
All students have to hand in the assignment this afternoon
(semua murid harus mengumpulkan tugasnya sore ini)

Hang out : nongkrong
My friends ask me to hang out tonight
(Temanku mengajakku nongkrong malam ini)

Look for : Mencari
Jenny looks for her jewelry
(Jenny mencari perhiasannya)

Put on : memakai (Pakaian dan riasan)
Jenny puts on blue dress
(Jenny memakai gaun biru)

Turn on / Turn off : Menyalakan / Mematikan
Turn on the lamp!
(hidupkanlah lampunya!)

Dari beberapa contoh kalimat diatas dapat kita lihat bahwa kata kerja yang sudah disandingkan dengan Preposition atau Adverb akan menghasilkan makna lain.

Irregular Verb

Irregular Verb
Irregular Verb

Irregular Verb adalah kata kerja yang tidak menggunakan pola ejaan reguler -d, -ed, atau -ied dari simple past (V2) atau past participle (V3). Banyak bentuk V2 dan V3 tidak beraturan yang sama bentuknya, seperti:

cut – cut,
let – let,
had – had,
hurt – hurt,
sold-sold
fed- fed,

Irregular Verb adalah kata kerja yang tidak menggunakan pola ejaan reguler dari Simple Past dan Past Participle.

Sayangnya, ada ratusan Irregular Verb dalam bahasa Inggris. Tapi jangan khawatir, sementara banyak yang sering digunakan, mayoritas tidak dalam penggunaan umum – atau jika ya, Anda akan menggunakannya begitu sering sehingga Anda akan mempelajarinya dengan cepat.

Beberapa kata kerja tak beraturan yang paling umum meliputi: go, come, take, see.

Beberapa contoh irregular verb :

  1. Eat
  2. Bring
  3. Think 
  4. Lay
  5. Hold
  6. Drive
  7. Buy
  8. Bear
  9. Catch
  10. Redo
  11. Feel
  12. Paid

e.g.

Jenny eats Pizza
Jenny ate Pizza (Past tense)
(Jenny makan Pizza)

e.g.

I do love you (present tense)
(Aku benar – Benar mencintaimu)

I did love you (Past tense)
Dulu aku benar – benar mencintaimu)

Contoh Irregular Verb

Berikut ini contoh yang menunjukkan bagaimana irregular verb digunakan dalam kalimat. Beberapa kalimat mengandung lebih dari satu contoh.

e.g.

I know your problem. Don’t take it seriously, Just make it flow as a wind.
(saya mengetahui permasalahanmu. Jangan anggap terlalu serius, buatlah ia bagai mengalir seperti angin.).
==> Pada contoh diatas, dapat dilihat bersama bahwa semua ketiga irregular verb nya (know, take, make) merupakan dalam bentuk dasar (Verb bare infinitive).

e.g.

John wants to build a pedestrian bridge like the one he built two years ago
(John mau membangun jembatan penyeberangan seperti yang telah dia bangun dua tahun lalu).
==> Pada contoh kalimat diatas, irregular Verb “build” dalam bentuk dasar (Verb bare infinitive). Kata kerja tidak beraturan “built” adalah bentuk simple dari “build”. Ketika melihat contoh kalimat dengan lengkap, perhatikan bahwa itu juga dibangun dengan simple past dari kata kerja tidak beraturan “build”.

I want to go to Singapore again. I went there last year and saw wonderful things.
(Saya mau pergi ke Singapur lagi. Saya sudah pergi kesana tahun lalu dan melihat hal – hal menakjubkan).
==> pada contoh diatas, kata kerja tidak beraturan “go” dalam bentuk dasar (Verb bare infinitive). “went” bentuk simple past dari “go”. Sedangkan “saw” merupakan bentuk simple past dari “go”.

CONFUSING VERB

Confusing Verb adalah kata kerja yang terdengar mirip secara arti yang terkadang bisa membuat bingung. Hal itu karena disebabkan kata tersebut memiliki karena adanya kemiripan kata atau memiliki arti yang terkesan sama dengan kosa kata yang lain.

Berikut adalah daftar dari beberapa pasangan Verb membingungkan yang paling umum.

Artinya dan contoh bagaimana mereka harus digunakan dalam kalimat.

VerbMeaning/ UseThe Verb in Context
borrowMeminjamMay I borrow your car?
lendMemberi pinjamanJenny wants to lend my her car.
sayUntuk melaporkan kata-kata seseorang
Untuk bertanya tentang bagaimana menggunakan bahasa
Does Jenny say anything about the assignment?
How do you say “love” in french?
tellUntuk menginstruksikan
Untuk menceritakan
Tell him to do his duty.
John is telling a good news.
doUntuk melakukan kegiatan atau tugasI want to do my assignment.
makeMenyebabkan terjadi
Untuk membuat atau Membangun sesuatu
Don’t ever make her angry.
This company wants to make a new mobile app.
canUntuk menunjukkan kemampuan
Untuk meminta (informal)
I can do it.
Can I go now?
mayUntuk mengekspresikan kemungkinan
Untuk meminta (sopan)
I may go to your house at 9 PM.
May I go now?
meetUntuk berhubungan dengan seseorang
Untuk diperkenalkan kepada seseorang
Untuk mengatur untuk bertemu seseorang
Jenny met her ex last night.
The CEO wants to meet us this afternoon.
knowUntuk menjadi terbiasa dengan seseorang
Untuk memahami fakta atau kebenaran
We have known Jenny for a long time.
Jenny knows a lot about teaching.
wasteGagal menggunakan sesuatu yang berharga secara efektifI don’t want to waste my time.
spendUntuk membayar
Untuk menghabiskan waktu
I spend all my salary at the mall last week.
She spends her holiday with my colleague.
lieUntuk berbaring atau beristirahat
Untuk tidak mengatakan yang sebenarnya
Jenny lies on her bed after work.
Jenny lied to me about the news.
layUntuk meletakkan atau menempatkanShe lays her book in my office.
bringUntuk dibawa ke arah seseorang atau suatu tempatHe brings her beautiful flower every week.
takeUntuk dibawa dari seseorang atau suatu tempatJohn always takes Jenny to theater.
adoptUntuk mengambil atau mengklaim sebagai milik seseorangSomeone contacted me that he wants to adopt this cat.
adaptMembiasakan diri
Untuk mengganti
Jenny adapted to John’s temper.
That company should adapt the changes in this era.
riseBangkit
Naik
Jenny rises at 4:00 every day in the morning.
Oil demand are steadily rising.
raiseMembuat lebih tinggiThe company is raising the price of diamond.
emigrateMeninggalkan negaraJenny emigrated from the USA in 2010.
immigrateUntuk pindah ke negara lainJohn immigrated to England in 2012.

Soal Latihan

Untuk menguji pemahaman tentang pembahasan ini silahkan untuk coba soal confusing verb di halaman tersebut.

Soal Latihan

Soal latihan Verb

Leave a Reply

Your email address will not be published.